Tentang SiGaP TB
Mendukung riset, kajian ilmiah, dan inovasi klinis untuk eliminasi TB di Indonesia 2030.
Urgensi Nasional
Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dengan beban Tuberkulosis (TB) tertinggi.
Pendekatan konvensional tidak lagi memadai. Diperlukan inovasi skrining sistematis untuk mencapai target penemuan kasus nasional sebesar 90%.
Estimasi Kasus
Kab/Kota
Lab Rujukan
Tentang Kami
Mengapa SiGaP TB?
Tujuan Pembentukan
Memberikan masukan strategis, pemantauan, serta mengembangkan pedoman dan inovasi skrining/diagnosis untuk menanggulangi penyebaran penyakit secara efektif.
Tanggung Jawab
Laporan hasil kerja setiap 1 (satu) tahun sekali atau sewaktu-waktu apabila dibutuhkan kepada Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit.
Kolaborasi Multisektor
Melibatkan akademisi, klinisi, laboran, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem riset yang terintegrasi dan berbasis bukti.
Tugas Pokja SiGaP TB
Berikut adalah rincian tugas pokok dan fungsi Kelompok Kerja (Pokja) SiGaP TB dalam mendukung percepatan penanggulangan Tuberkulosis secara nasional.
assignment Tugas & Fungsi Pokja SiGaP TB
- Merumuskan kebijakan dan strategi percepatan penanggulangan Tuberkulosis.
- Mengoordinasikan pelaksanaan skrining, diagnosis, dan terapi pencegahan di berbagai fasilitas kesehatan.
- Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi program TB nasional.
Landasan Hukum
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENANGGULANGAN PENYAKIT NOMOR HK.02.02/C/5693/2025
KELOMPOK KERJA SKRINING DAN DIAGNOSIS UNTUK PENUNTASAN TUBERKULOSIS